Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Merancang Liburan Bersama Anak-anak


BERLIBUR merupakan kegiatan yang umumnya sangat dinantikan oleh anak-anak. Apalagi setelah mereka lelah berkutat dengan pelajaran-pelajaran di sekolah, maka liburan adalah kesempatan bagi mereka untuk bermain secara leluasa di alam terbuka atau di tempat lain yang memiliki suasana berbeda dengan lingkungan sehari-hari.

Manfaat berwisata bagi anak-anak ternyata tidak sekadar untuk menciptakan kegembiraan. Mengunjungi objek-objek wisata, diyakini dapat pula menjadi alat untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap alam sekitarnya. Tak heran, jika banyak pakar pendidikan yang berpendapat bahwa kegiatan wisata turut andil dalam membentuk karakter pribadi anak yang cerdas, sehat, tangguh, dan bermoral tinggi. Tentu saja, selama kegiatan wisata itu dilakukan dengan cara yang benar dan sehat.

Akan tetapi, berwisata bersama anak-anak bukan kegiatan yang dapat dilakukan begitu saja tanpa perencanaan dan persiapan yang matang. Kita memang dapat merasakan kebahagiaan manakala melihat anak-anak kita bergerak lincah dan bermain bebas melepas naluri kanak-kanaknya. Namun, kecenderungan untuk selalu ”bergerak” itulah yang acapkali menimbulkan risiko kecelakaan. Atau paling tidak, dapat merepotkan orangtua karena harus terus menerus mengawasi mereka.

Melatih Si Kecil Agar Mandiri

“JIKA kita percaya bahwa anak adalah: Penjelajah ulung, pemikir yang imajinatif, pemecah masalah yang kreatif, Serta mampu melihat keajaiban dan keindahan di alam raya juga lingkungannya. Maka kita harus memberikan kesempatan kepada mereka untuk: Menunjukkan eksistensinya, mengekspresikan diri, berani mengajukan pertanyaan, Selalu ingin tahu, menguji hipotesis mereka, menemukan sesuatu, Bekerja sama dengan orang lain, mempertimbangkan pandangan orang lain, dan membuat keputusan.”
(Jennifer Eaton & Wendy Shepherd dalam Early Childhood Environment)

SETIAP anak itu unik. Masing-masing dari mereka memiliki kebutuhan, tantangan, dan permasalahan yang berlainan. Mereka juga mempunyai potensi dan bakat yang berbeda. Seorang anak juga membutuhkan anutan, tetapi hal itu bukanlah berarti paksaan untuk mengikuti apa yang diinginkan. Anak berhak memilih dan melakukan apa yang dia inginkan.

Hal tersebut sangat diperlukan, agar ketika beranjak dewasa si anak mampu menjadi manusia yang bertanggung jawab, kreatif, serta sanggup menjadi pribadi yang mandiri.

Arti mandiri umumnya dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Tentu saja, yang dimaksud di sini adalah sesuai dengan kemampuan anak seusianya. Kemandirian memang dapat mengajarkan anak-anak untuk menghadapi fenomena-fenomena duniawi.

Kendati demikian, orangtua perlu lebih dulu meletakkan bingkai yang tepat sehingga tidak terjadi disorientasi pada anak. Penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan istilah yang mudah dipahami menjadi tantangan tersendiri bagi kita dalam menjelaskan hakikat hidup ini. Bahwa hidup adalah yang menuntut pertanggung jawaban.